Senin, September 22, 2008

Tips Menentukan Gaji Saat Interview

Setelah berhasil melewati beberapa tahapan wawancara kerja, besar kemungkinan anda akan diterima di perusahaan tersebut. Maka yang harus anda lakukan adalah mempersiapkan diri untuk menerima pertanyaan, "Berapa gaji yang anda inginkan?"

Negoisasi gaji adalah salah satu bagian tersulit dalam mendapatkan pekerjaan. Jika meminta jumlah yang terlalu besar, perusahaan mungkin akan mengurungkan niatnya merekrut anda. Sebaliknya, jika jumlah yang anda minta terlalu rendah, mungkin anda akan diterima, namun gaji yang didapatkan dibawah standar yang seharusnya dibayarkan perusahaan tersebut. Setelah bekerja selama beberapa waktu, atau anda mengetahui fakta tersebut, pastilah anda akan merasa kecewa.

Solusinya adalah meminta kenaikan gaji, dan hal ini bukanlah proses yang mudah. Untuk "memenangkan" negosisasi gaji pada saat interview, ikuti petunjuk berikut:

PERATURAN NO. 1 : Dapatkan Informasi
Sebelum wawancara, manfaatkan networking anda. Anda bisa mendapatkan informasi dari teman atau senior anda yang bekerja di perusahaan tersebut/industri serupa, terutama untuk divisi atau posisi yang sama. Sumber lain adalah internet atau tabloid yang memuat mengenai survey/informasi gaji.


PERATURAN NO. 2 : Mendengarkan
Di awal wawancara, jangan pernah langsung menyebutkan berapa gaji yang anda inginkan. Semakin lama anda "menunda", maka semakin banyak informasi yang bisa didapatkan untuk "memenangkan" negoisasi gaji. Langkah awal, pada saat wawancara, anda sebaiknya "mencari tahu" dari sang pewawancara, ada berapa banyak kandidat untuk posisi tersebut, dan telah berapa lama lowongan tersebut dibuka. Jika lowongan tersebut telah dibuka dalam waktu yang lama, ada kemungkinan perusahaan kesulitan untuk mendapatkan kandidat yang memenuhi kualifikasi. Jika anda high qualified, mungkin anda bisa mendaptkan nominal yang dinginkan.


PERATURAN KE 3 : Berlatih
Anda boleh menyebutkan sejumlah angka pada saat bernegoisasi. Tetapi jangan terlalu tinggi dari standar gaji yang berlaku untuk industri/perusahaan tersebut. Jika ini terjadi, pewawancara malah menganggap anda tidak serius. Ini berarti anda kehilangan kesempatan. Jika anda menginginkan sejumlah nominal yang tinggi untuk gaji anda, katakanlah sejumlah gaji pada top range, tunjukkah bahwa kualifikasi anda memang pantas untuk itu. Sebelum hari wawancara, anda bisa mempersiapkan "pidato" selama 1-2 menit yang mendeskripsikan apa yang anda bisa berikan untuk perusahaan jika anda diterima bekerja di tempat tersebut.

Satu hal yang harus dingat, pada saat perusahaan memberikan penawaran, anda tidak harus memberikan jawaban saat itu juga. Anda bisa minta waktu untuk mempertimbangkan semuanya dalam mengambil keputusan. Jika tawaran perusahaan lebih rendah dari yang anda harapkan, anda bisa saja menolak. Apalagi pada saat bersamaan, ada tawaran yang lebih menggiurkan dari perusahan lain. Namun, ada hal lain yang patut dipertimbangkan, apakah posisi yang ditawarkan nerupakan langkah strategis untuk perkembangan karir anda.


PERATURAN NO. 4 : Jika Penawaran Resmi Telah Dibuat
Jika penawaran resmi telah dibuat, ajukan pertanyaan sebagai berikut:
- Apakah ada kesempatan promosi untuk posisi ini ?. Untuk posisi atau level apa?
- Kapan dan bagaimanakah penilaian kinerja pegawai untuk posisi ini?
- Apakah penilaian tersebut termasuk untuk review gaji ?
- Seperti apakah peningkatan gaji yang ditawarkan untuk 3-5 tahun mendatang ?

Selain gaji, biasanya perusahaan juga memberikan kompensasi dalam bentuk :

- Asuransi kesehatan (dengan atau tanpa mencakup perawatan gigi & mata)
- Asuransi jiwa.
- Asuransi kecelakaan
- Peningkatan gaji untuk 3-5 tahun pertama.
- Fasilitas cuti.
- Biaya pensiun (berlaku untuk perusahaan tertentu).
- Profit sharing.
- Stock option.
- Training atau pendidikan tertentu.
- Uang lembur & transportasi.
- Fasilitas kredit kendaraan/rumah.

PERATURAN NO. 5 : Hal lain yang harus diperhatikan
- Ucapkan terimakasih atas penawaran yang diberikan.
- Jangan langsung bernegoisasi pada saat pewawancara menyebutkan penawaran. Mintalah waktu untuk mempertimbangkan kompensasi secara keseluruhan, bukan hanya gaji.
- Pada saat bernegoisasi, jangan katakan, "Saya meminta ...". Yang terbaik anda harus mengatakan, "Saya mengharapkan..,".
- Terkadang gaji yang ditawarkan mungkin lebih rendah dari yang anda inginkan. Sebelum meng-iya-kan atau menolak, pertimbangkanlah faktor lain seperti reputasi perusahaan, budaya perusahaan, suasana kerja, macam asuransi yang ada, training dan pendidikan, dan sebagainya.

Tips dalam bekerja

1. Jalani pekerjaan anda dengan tekun dan sabar
Orang bilang, majikan baru percaya pada anda setelah anda mampu mengerjakan pekerjaan yang diberikan kepada anda, meski pekerjaan itu kecil dan remeh. Tapi itu modal dasar untuk meraih kepercayaannya dan investasi untuk menuju puncak

2. Belajar selama bekerja
Selama bekerja, anda harus banyak belajar dari bidang anda. Pengetahuan dan pengalaman adalah investasi jangka panjang. Jangan sampai setelah anda bekerja lama, anda tidak tahu apa-apa. Anda harus banyak bertanya pada orang yang lebih berpengalaman dan mempunyai pengalaman luas. Saya sarankan anda bergabung dengan komunitas / kelompok / club / forum dimana anda dapat mengembangkan diri (lihat kebawah : contoh club/forum yang bisa anda ikuti).

3. Pindahlah bila karir anda mentok
Angka 3 atau 4 tahun adalah angka dimana biasanya karir seseorang naik 1 atau 2 tingkat. Lebih dari itu berarti ada yang tidak beres dengan perusahaan. Karir bisa dibagi menjadi pangkat, jabatan dan golongan

4. Bila anda bosan dan ingin pindah kerja, maka bertahanlah minimal 2 tahun
Angka 2 tahun adalah angka minimal, anda akan dianggap berpengalaman bila mempunyai pengalaman kerja minimal 2 atau 3 tahun, dibawah angka itu anda dianggap belum berpengalaman.

Yang terpenting dari semua itu, anda harus menciptakan nilai tambah bagi diri sendiri atau orang lain sehingga impian anda akan cepat terwujud. Semakin banyak anda memberi maka semakin banyak pula anda menerima.

Tips Mencari Kerja

1. Anda harus mempunyai impian. Impian disini adalah tujuan atau cita-cita. Anda harus menetapkan tujuan mau bekerja dan meniti karir dalam bidang atau industri apa? misalnya bidang marketing (sales, customer care, marketing plan / research), HRD, manufaktur, IT dll. Untuk menentukan tujuan ini, anda harus mengetahui siapa diri anda? Apa bakat dan minat anda? Potensi dan kemampuan anda.

2. Anda harus fokus. Fokus ini penting untuk memusatkan energi anda dalam melamar, karena mungkin anda akan banyak membuat surat lamaran dan mengeluarkan uang untuk proses tersebut.

3. Anda harus sabar dan tekun. Dalam proses melamar ini, kemungkinan anda akan mengalami proses penolakan dll, kalau langsung diterima, itu suatu keberuntungan bagi anda. Karena itu anda harus sabar dan tekun, coba anda buat lamaran kerja minimal 25 buah.

4. Bila belum berhasil maka desain ulang impian anda. Ikuti langkah 1 sampai 3 sekali lagi, bila belum berhasil, ulangi sampai 3 atau 4 kali, bila belum berhasil juga berarti anda mungkin tidak cocok untuk bekerja pada orang lain.